• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Memakan Harta Haram - 1

 on Kamis, 12 Oktober 2017  

Memakan harta haram, itu sebuah judul yang kita dapet dari belajar pada rutinitas malam kamis kemarin (11/10). Ini rutinitas, karena setiap malam kamis, kita ada agenda belajar untuk memperdalam ilmu.

Hal yang disampaikan kemarin oleh Ustadz, tentang Harta Haram Berubah Menjadi Halal. Ko bisa ya? karena ada banyak pendapat yang membahas tentang itu, dan semua pendapat mempunyai dasar yang kuat jadi bisa saja. Jadi ada beberapa pendapat ulama tentang permasalahan memakan harta orang yang pendapatannya bercampur antara sumber yang halal dengan sumber yang haram:
Pertama, Bersikap wara', wara' itu hati-hati. Untuk masalah ini harus menjauhi harta tersebut dan ini hukumnya dianjurkan
Kedua, jika yang paling dominan adalah harta yang bersumber dari yang haram maka jauhi harta tersebut. Namun, jika yang paling dominan adalah harta yang bersumber dari yang halal dan tidak diketahui secara pasti bahwa harta tersebut bersumber dari yang haram, maka boleh memakannya.
Ketiga, boleh memakan harta tersebut tanpa melihat mana yang dominan, apakah harta haram atau harta halal.
Keempat, Ulama lain berpendatan, Ibnu Mas'ud, mengatakan bahwa kita boleh memakan harta orang tersebut, sedangkan tentang jalan haram yang ditempuh orang tersebut dalam memperoleh hartanya itu menjadi tanggung jawabnya, karena cara mendapatkan harta itu antara kita dengan dia berbeda. Orang tersebut mendapatkan harta itu melalui prefesi yang haram, namun ketika dia memberikan harta tersebut kepada kita, dia memberikannya sebagai hadiah, hibah, jamuan atau yang lainnya.

Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu ditanya tentang seseorang yang memiliki tetangga yang memakan riba secara terang-terangan, tetapi tidak memiliki rasa bersalah dengan harta yang buruk, lalu si tetangga itu mengajaknya dalam undangan makan. Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu pun menjawab, "Penuhilah undangannya. Kenikmatan (makanan) adalah untuk kalian, si penanya berkata, "Saya tidak mengetahui sesuatu apapun yang menjadi miliknya, kecuali hal yang baik atau buruk." Tetapi Ibnu Mas'ud tetap menjawab "Penuhilah undangannya."

Perbedaan cara mendapatkan harta menyebabkan berbedanya status hukum harta tersebut.

Berdasarkan pertimbangan ini, sejumlah sahabat dan ulama mengatakan bahwa kita boleh memakan harta orang tersebut,sedangkan tentang adanya dosa, maka itu menjadi tanggungan orang yang memberikan harta tersebut kepada kita. Alasannya kita mendapatkan harta tersebut dengan status hadiah, sehingga tidak ada masalah jika kita memakannya.

Bukan karena orang yang memakan harta orang yang sumber pendapatannya bercampur (harta halal dan haram) itu berarti memakan harta yang haram.

Itu yang bisa kita tulis hasil dari belajar kemarin. Besok kita tulis lagi lanjutannya, semoga saja bisa hadir dipertemuan selanjutnya, sehingga bisa lanjutkan lagi lanjutan dari materi ini.

Memakan Harta Haram - 1 4.5 5 aditia nurjaman Kamis, 12 Oktober 2017 Memakan harta haram, itu sebuah judul yang kita dapet dari belajar pada rutinitas malam kamis kemarin (11/10). Ini rutinitas, karena setiap...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tolong beri komentar yaa!!

J-Theme